Laman

23 April 2010

Mengejar Page Rank

Setelah surfing sana-sini baru tahu kalau blog itu ada page ranknya. Kayaknya sih page rank ini adalah indikasi seberapa dikenal blog kita oleh khalayak umum.

Sejauh ini baru ada dua page rank yang saya kenal, yaitu google page rank dan alexa page rank. Google page rank ini mempunyai nilai dari 0 sampai 10. Sedangkan alexa page rank mempunyai nilai awal jutaan yang kemudian makin lama nilainya akan semakin menurun. Kebalikan dengan Google yang makin tinggi nilainya berarti semakin baik page ranknya.

Kali ini Bahasa Merdu nya baru diikutkan dalam page rank Alexa, soalnya visitor nya masih sedikit banget.

3 April 2010

Menulis Sesuatu yang Berbeda

Benarkah menulis sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan penulis lainnya membuat kita berhasil? Membuat kita lebih dikenal dibandingkan penulis lainnya? Pertanyaan ini hinggap begitu saja dalam benak. Bagaimanakah kenyataannya?

Menulis sesuatu yang berbeda merupakan kejelian penulis itu sendiri. Tetapi saya yakin latihan yang terus meneruslah yang membuat seseorang mencapai hal itu. Melihat peluang, melihat sesuatu dimana yang lain tidak menyadarinya.

Bekal ilmu juga merupakan hal yang sangat penting. Mempraktekan ilmu dengan berkarya dan berlatih merupakan cara terbaik untuk menambah ilmu yang dimiliki. Menimba ilmu pun bisa didapat dari mana saja. Dari buku-buku theori, karya-karya orang lain, dari diskusi, dan lain sebagainya.

Melihat sesuatu yang lain bisa identik dengan hadirnya ide yang otentik. Ide bisa tiba-tiba muncul begitu saja, atau merupakan perbaikan dari apa yang sudah kita punya. Untuk itu hal yang mendukung adalah dengan berburu ide. Misal saja dengan berselancar di internet, atau dari berita-berita terkini yang tersedia pada media masa tradisional.

26 Maret 2010

Ketika Multitask Terhambat

Mengerjakan proyek yang berbeda dalam saat bersamaan memang banyak hambatannya. Terkadang satu projek bisa terbengkalai tak dapat diteruskan karena perhatian tersita penuh untuk projek lain yang lebih urgent. Ini adalah reaksi normal memberhentikan salah satu projek yang prioritasnya lebih rendah.

Lalu bagaimana kalau komitmen dengan pihak lain sudah dibuat? Bagaimana jika tenggat waktu yang ditentukan tidak terpenuhi? Tentu saja hal ini mengganggu kredibilitas kita. Alasan yang tepat, komunikasi terbuka, dan penalti yang ditanggung harus dilakukan dengan seksama. Jangan sampai relasi yang terbina akan jatuh karena kesalahan kita.

Gawatnya lagi jika kita salah menentukan prioritas mana yang lebih penting. Benarkah projek yang bernilai lebih mahal lebih penting, dibandingkan projek yang lebih murah? Benarkah projek dengan skala lebih besar lebih penting, dibandingkan projek berskala lebih kecil? Sekali kita salah memilh, akibatnya bisa lebih fatal. Projek-projek yang kita tangani stop, terhenti semua, atau tertunda semuanya. Kalau sudah begini kredibilitas kita jatuh dimata semua pihak.

Ketika salah satu atau projek terhambat, ada baiknya kita menilai dengan benar dan berhati-hati prioritas setiap projek. Berlatih dengan giat mengembangkan projek-projek non profit dalam keseharian kita adalah langkah jitu yang layak kita coba.

8 Maret 2010

Fondasi Multi Tasks

Sebenarnya manusia terlahir dengan kemampuan mengerjakan banyak hal dalam suatu saat. Dalam artian mampu menyelesaikan beberapa masalah dalam saat bersamaan. Misalnya menghadapi masalah keluarga dan juga menyelesaikan masalah-masalah kantor. Tentu saja kondisi mental atau hati termasuk salah satu hal yang mempengaruhi. Dengan perasaan yang tenang permasalahan dan pekerjaan yang dihadapi pada saat bersamaan akan lebih mudah diselesaikan atau ditata dengan sebaik-baiknya.

Menurut saya perasaan atau hati atau mental adalah hal yang sangat nempengaruhi kemampuan kita dalam mengatasi lebih dari satu permasalahan dalam suatu saat. Tentu saja kemapuan fikiran atau pencari solusi juga hal yang penting pula. Mungkin tiap orang mempunyai konfigurasi yang berbeda-beda. Ada yang memang senang menggunakan kemampuan otak untuk menyelesaikan semua permasalahannya. Ada juga yang menggunakan kekuatan perasaannya untuk menghadapi permasalahannya. Saya yakin ada juga yang mampu mengkombinasi keduanya.

Dalam menulis pun kemampuan dua hal ini harus di asah. Saya merasa karya yang baik haruslah mampu mengolah perasaan dan fikiran pembaca dalam suatu alur cerita yang manis. Memang pembaca pun mempunyai banyak tipe. Ada yang suka dengan pemikiran yang berat-berat. Ada juga yang suka dibawa pada nuansa jenaka, atau pada nuansa romantika. Pembaca mempunyai tipe yang berbeda, demikian juga penulis.

Banyak latihan adalah salah satu kunci untuk mengenal diri kita lebih dalam. Dengan memberi tantangan pada diri sendiri, rasanya kita akan semakin mengenal tipe seperti apakah kita. Seyogyanya jangan hanya berhenti pada apa yang kita suka. Tetapi juga harus berani mencoba hal-hal baru, dalam hal ini genre atau jenis tulisan yang kita buat.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

4 Maret 2010

Keuntungan Multi Tasking

Menjalankan projek lebih dari satu pada suatu saat merupakan tantangan yang luar biasa. Tetapi hasilnya pun sangat sepadan. Salah satu efek yang sangat terasa adalah kepercayaan diri yang sangat baik. Kepercayaan diri akan meningkat seiring dengan pencapaian-pencapain yang diperoleh. Hambatan selama adanya projek yang ditangani akan menjadi bekal yang tiada tara.

Keuntungan lain lagi adalah disiplin yang sangat bagus. Dalam artian kita akan dapat mengatur waktu atau mengalokasikannya dengan tepat. Hal ini dapat mempengaruhi sikap keseharian. Perilaku positif adalah keuntungan yang luar biasa. Karena saya yakin sikap disiplin akan membuka pintu-pintu positif lainnya.

Kegagalan dalam menjalankan projek secara bersamaan dapat memberikan dampak yang sangat buruk. Terutama jika tidak ada atau minimnya persiapan. Rasa percaya diri bisa jatuh, dan semuanya langsung terasa amburadul. Apalagi jika kegagalan itu terjadi pada semua projek. Mental bajalah yang akan jadi pemenangnya. Terkadang kegagalan justru menjadi bahan bakar kita untuk lebih baik.

Jadi menurut saya, seorang penulis jangan khawatir menjalankan projek lebih dari satu pada saat bersamaan. Ini akan membuat kita mengetahui diri sendiri lebih dalam. Sampai dimanakah batas kemampuan kita? Apa sajakah kekurangan kita?

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

19 Februari 2010

Menambah Kemampuan Menulis

Menambah kemampuan menulis bisa diambil dari mana saja. Yang paling penting menurut saya adalah, kita menggunakan kemampuan menulis setiap hari. Sehingga ide, inspirasi mudah sekali mengalir dalam benak kita. Intinya sih setuju sekali dengan ide: kebiasaan yang membuat kita "sempurna". Latihan harus dipaksakan setiap hari, sehingga kita bisa merasakan bahwa menulis adalah kebiasaan kita. Sekiranya kita tidak melakukannya terasa ada yang berkurang. Seperti ada yang salah. Wah kalau sudah sampai state ini artinya kita sudah mencintai menulis sebagai salah satu kegiatan dalam diri kita.

Ada yang menyarankan bahwa sebaiknya kita menulis fokus terhadap satu jenis projek saja. Sampai selesai dulu kemudian kita baru pindah ke projek yang lain. Tetapi menurut saya pernyataan tersebut janganlah diambil sebagai harga mati. Saran saya kenalilah diri kita dan ambil strategi projek yang sangat sesuai dengan diri anda. Misalnya anda terbiasa dengan pekerjaan multi task, dan dalam benak anda muncul ide tentang beberapa cerita. Cobalah anda kerjakan ide cerita tersebut secara paralel. Mengerjakan beberapa projek sekaligus memberikan sebuah tantangan tersendiri buat kita. Sekiranya berhasil tentu saja memberikan umpan balik buat kepercayaan diri kita. Sekiranya tidak kita bisa merubah strategi dengan mengerjakannya satu persatu lagi.

Latihan hendaklah dimulai dengan hal-hal yang ringan. Fokus pada satu hal setiap saat. Deretan kalimat yang sudah kita ketik atau yang tidak kita hapus adalah langkah-langkah maju kita. Tetaplah usahakan kemajuan meskipun itu hanya membuat satu atau dua paragraf saja. Sebenarnya ada yang menyarankan membuat 3 halaman dalam satu hari sebagai sebuah kebiasaan standar seorang penulis. Memang kebiasaan yang baik harus dibangun dengan perlahan tetapi hasilnya sangat mantap. Misalkan kita punya target untuk mengubah kemampuan"produksi" dari 3 paragraf menjadi 1 halaman perhari dalam 7 hari kedepan. Dalam 7 hari itu usaha yang dilakukan untuk menaikkan kemampuan produksi dilakukan secara bertahap: naik 2 paragraf setiap hari.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

16 Februari 2010

Postingan ke 100

Alhamdulillah, tidak terasa sudah buat tulisan yang ke-100 di bahasa merdu. Suatu milestone yang harus dirayakan. Paling tidak dengan mencatatnya di blog ini.

Kebanyakan tulisan yang dibuat adalah puisi, kemudian pidato, kemudian syair. Untuk syairnya berupa cerita dengan tulisan berima. Mirip-mirip dengan pantun, hanya saja semua baitnya merupakan makna langsung. Wah menulisnya perlu waktu untuk membuat kalimat yang sesuai. Saat ini syairnya bercerita dua orang sahabat yang mencari ilmu. Cerita akan dikembangkan terus mengenai petualangan mereka.

Sedangkan untuk pidatonya gaya penulisannya seperti puisi, hanya saja isinya tentang ujaran-ujaran yang mengajak berbuat kebaikan.

Alhamdulillah....

7 Februari 2010

eBook - Kumpulan Puisi

Alhamdulillah... Malam ini berhasil membackup puisi-puisi yang ada di bahasamerdu.blogspot.com.

Lumayan juga ternyata sudah ada 83 judul. Meskipun dari sisi kwalitas belum memuaskan.

Terkadang masih merasa ada lompatan makna dari kalimat satu ke kalimat yang lain.

Selain itu tanda baca yang digunakan juga masih tanda tanya. Apakah sesuai atau belum.

Tapi kalau membaca definisi puisi, yang tidak terikat dengan kaedah bahasa formal, rasanya tanda baca bisa diabaikan.

Kumpulan puisi tersebut saya buat pdf filenya, jadi juga saya buat eBook. Meskipun masih banyak kekurangan.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

31 Januari 2010

Jeda lagi

Nogravitasinya jeda lagi, soalnya Minggu jalan-jalan dan sepertinya cukup lelah karena olah raga.

Sementara aja, mudah2an bisa mulai aktif lagi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

29 Januari 2010

Jeda Nogravitasi

Sudah dua hari tidak melanjutkan projek buat novelnya. Nggak ada alasan khususnya sih.

Alhamdulillah kebiasaan bikin puisi dan pantun sudah jalan lagi. Insya Allah nanti malam mulai melanjutkan projek nogravitasinya.

Kemaren sih menyempatkan diri dengan istri beli beberapa novel. Ada novel anak-anak dan novel remaja. Pengennya sih sebagai survey, untuk menentukan projek selanjutnya cerita tentang apaan.

Jadi sementara baca-baca dulu, sambil nulis-nulis yang bisa ditulis.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

28 Januari 2010

Tarik Nafas

Dalam dua hari intensitas saya membuat puisi dan pantun jeda sebentar. Insya Allah kebiasaan baik ini akan saya lanjutkan lagi. Mengingat kebiasaan menulis sangat menyenangkan.

Mungkin nanti siang akan saya teruskan lagi. Rasanya ingin tarik nafas, kalau-kalau menghadapi tanjakan yang sangat curam.

Tarik nafas dulu.....

24 Januari 2010

Van Gogh

Beberapa hari yang lalu, setelah saya buat blog nogravitasi.wordpress.com, dan mengisinya dengan beberapa tulisan. Tiba-tiba saja perasaan saya ngedrop begitu saja.

Perasaan galau yang tidak jelas, minder, ragu-ragu, pokoknya negatif banget deh. Saya jadi teringat cerita sang maestro Van Gogh. Karya-karyanya kini sangat terkenal. Hanya saja pada jamannya dia sangat depresi ketika mengapresiasi karyanya sendiri. Kritikus pada jaman itu memang tidak senang dengan karyanya yang "nyleneh" itu.

Wakakak, bukan berarti saya menyamakan diri saya dengan Van Gogh lho. Jauh banget.... Hanya saja saya jadi tahu apa itu depresi. Alhamdulillah saya keraskan tekad dan mengunci perasaan itu. Lebih tepatnya tetap menulis untuk menyalurkan itu. Saya yakin kemauan kita untuk mengaktualisasi diri merupakan sarana untuk memperbaiki diri.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

22 Januari 2010

Cerita yang Sangat Singkat

Banyak sekali yang beredar dalam pikiran saya. Sepertinya semuanya ingin dikerjakan sekaligus. Tapi manalah mungkin. Tenaga yang ada pun terbatas.

Kalau surfing di Internet, sering tertriger ide-ide baru. Meskipun itu hanya mencontoh. Baru-baru ini saya sempat landing pada beberapa blog yang berisi flash fiction. Sepertinya para penulis menyampaikan ide mereka secara sangat singkat. Karena singkatnya kata-kata yang mereka gunakan hanya sekitar 100 kata saja, untuk setiap tulisan.

Wah ini sepertinya cocok banget dengan saya. Mengingat ide-ide yang saya punya biasanya singkat-singkat, dan saya juga kesulitan untuk mengembangkannya menjadi tulisan yang cukup panjang.

Insya Allah saya ingin buat satu blog lagi yang khusus menampung cerita-cerita yang sangat pendek. Ini berarti hunting template dan mencari inspirasi untuk nama blognya.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Puisi atau Prosa

Terus terang saja, saat membuat tulisan yang diunggah ke bahasamerdu.blogspot.com, saya belum tahu membedakan seperti apa puisi, dan seperti apa prosa.

Kalau beli buku sastra kayaknya sih belum merasa perlu. Ada keyakinan bahwa jawabannya insya Allah ada di internet.

Surfing di internet, Alhamdulillah dapat jawabannya. Memang sih dalam bahasa Inggris, semoga nggak salah dalam menangkapnya.

Beberapa hal yang penting adalah: Terkadang batasan antara prosa dan puisi itu blur, kita bisa dihadapkan suatu karya yang tidak jelas, apakah puisi ataukah prosa. Poin yang penting lainnya adalah puisi ditinjau dari sisi tata bahasa lebih bebas atau lebih tidak terikat. Sedangkan prosa tata bahasanya lebih mengikuti kaedah yang ada.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

21 Januari 2010

Bahasa Merdu - Ekspresi

Alhamdulillah bisa membuat puisi secara rutin. Kalau kwalitasnya sih...nggak tahu, soalnya gak punya temen yang bisa bantu memberi masukan. Paling saya maksa istri buat baca. Kelihatannya dia lebih suka baca jurnal deh...

Situsnya bahasamerdu.blogspot.com, tidak terasa sudah hampir dua bulan. Saat ini sudah lebih dari 50 puisi. Terkadang dalam satu hari saya bisa buat 2 sampai 3, asyik banget. Perasaan bisa diekspresikan dalam rangkaian kata.

Topik yang dipilihpun bermacam-macam. Terkadang lewat begitu saja. Kadang-kadang melalui tag clouds, dilihat topik mana yang belum muncul, atau topik mana yang tiba-tiba memberi atau mentriger perasaan khusus.

Mudah-mudahan kebiasaan positif ini, bisa saya teruskan sampai nanti.

Amiiin.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kenapa Ada

Saat ini saya adalah seorang konsultan dibidang tehnologi informasi. Akhir-akhir ini saya ingin sekali mengeksplorasi diri.

Untuk itu saya mencoba menjadi seorang penulis. Kenapa ya penulis, ini terkait erat dengan masa lalu saya. Saya suka sekali membaca. Mulai dari HC Andersen, Enid Blyton, Alfred Hitchkok Suka juga membaca puisi. Sepertinya ada kepuasan tersendiri setelah sebuah karya saya jadi. Insya Allah juga tidak mengganggu pekerjaan saya sebagai konsultan.

Sekarang saya sih sudah punya 2 blog, satu untuk pantun, dan satu lagi khusus untuk puisi. Sepertinya dua hal ini jarang banget peminatnya. Sepertinya sudah old fashion. Ada keinginan untuk membuat yang panjang seperti novel, atau buku apa saja. Hanya saja saya punya barrier untuk membuat tulisan yang panjang. Apakah ini merupakan ketidakaturan yang residence dalam cara pikir saya. Ataukah memang kebiasaan yang belum terasah. Untuk itu akan saya coba secara bertahap. Step by step mengatasi masalah ini.

Seperti layaknya sebuah pohon yang memberikan buah, mudah-mudahan ada manfaatnya. Paling tidak bagi diri saya pribadi. Saya yakin semuanya itu perlu waktu.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!